Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2012

Empat Tool Software Java Gratis Google utk Membuat Aplikasi GWT dan GUI Windows

Empat Tool Software Java Gratis Google utk Membuat Aplikasi GWT dan GUI Windows

Wah Google memang baik hati dalam membagi-bagi teknologinya, setelah GWT yang keren ternyata Google juga telah membeli perusahaan software bernama Instantiations yang membuat software GTW Designer yaitu visual tool untuk membuat aplikasi berbasis GWT (Google Web Toolkit) danb eberapa produk lain seperti WindowBuilder Pro, WindowTester Pro dan CodePro AnalytiX.

Kita lihat satu per satu sekilas yah:

GWT Designer

Software ini merupakan tool berbasis Eclipse yang memungkinkan developer Java membuat aplikasi web yang kaya dengan teknologi Ajax dengan Google Web Toolkit (GTW) lebih cepat.

GWT Designer

WindowBuilder Pro

Software ini merupakan tool untuk membuat alikasi window berbasis Swing, SWT, RCP, XWT dan GWT sekaligus menggunakan tool WYSIWYG visual dengan drag drop. Ada Wizard, Editor dan layout inteligen yang membantu menghasilkan kode Java yang bersih di mana desain visual dan kode akan selalu tersinkron.

CodePro AnalytiX

Software ini merupakan tool untuk membantuk analisa kualitas kode dan security untuk meningkatkan kualitas software yang dihasilkan.

WindowTester Pro

Software ini digunakan untuk melakukan test interaksi GUI yang menggunakan framework UI berbasis SWT dan Swing.

Anda bisa mendownload semua software tool java google secara gratis tersebut di :

SmartSense, Teknologi Pengganti GPS yang Mampu Menampilkan Peta Gedung Secara Real Time

SmartSense, Teknologi Pengganti GPS yang Mampu Menampilkan Peta Gedung Secara Real Time


Para peneliti dari Fraunhofer dikabarkan sedang mengembangkan teknologi yang dinamai SmartSense. Teknologi ini diklaim mampu mendeteksi lokasi yang ada di dalam sebuah gedung tanpa bantuan GPS.

Teknologi ini tentu saja sangat membantu anda ketika sedang berada di sebuah mall atau hotel. SmartSense memiliki dua buah sensor yang bisa digabungkan dalam sebuah ponsel. Kedua sensor tersebut adalah Acceleration untuk mengetahui pergerakan ketika berjalan dan magnetic field sensor untuk melacak pergerakan melalui magnit bumi.

Kedua sensor tersebut bila digabungkan dengan peta yang ada di Google maka akan menghasilkan sebuah gambaran peta secara real time seperti peta navigasi.

Kekurangan dari SmartSense adalah anda harus mendownload terlebih dahulu peta sebuah gedung yang ingin anda jelajahi. Tentu saja ini akan sedikit merepotkan para penggunanya. Walaupun bisa saja hal tersebut diakali dengan menggunakan sinyal WiFi.

Microsoft Rombak Search Engine Bing, Lebih Mirip Google Search

Sempat dirumorkan akan dijual, kini Bing hadir dengan tampilan baru. Microsoft telah merubah mesin pencari populer miliknya ini menjadi lebih sederhana dan lebih mirip mesin pencari Google.

Josh Constine, selaku pengamat IT menyatakan bahwa langkah yang diambil oleh Microsoft untuk merubah tampilan Bing adalah untuk mengambil keuntungan dari ketidakpuasan pengguna Google terhadap result atau hasil pencarian yang kurang memuaskan di mesin pencari terbesar di dunia tersebut.

Tapi, walaupun hasil pencarian di Google semakin tidak karuan, mesin pencari itu masih menjadi nomor satu di dunia. Constine mengatakan bahwa Microsoft terlalu reaktif terhadap kritikan dan terlalu berlebihan. Dia menambahkan bahwa apapun yang diupayakan oleh Microsoft terhadap Bing, tidak akan merubah status mesin pencarinya. Bahkan Constine menyarankan agar Bing dihilangkan atau di jual ke Facebook.

Facebook Akan Cabut Larangan Pengguna Dibawah 13 Tahun

Facebook dikabarkan akan segera mencabut larangan pengguna dibawah 13 tahun. Langkah tersebut diambil Facebook setelah mengetahui ternyata banyak anak dibawah umur yang mendaftar di Facebook dengan memalsukan keterangan umur mereka.

Keingintahuan anak-anak tentang hal-hal baru membuat mereka nekat memalsukan data umur mereka, bahkan, menurut Simon Milner, sebagian besar anak-anak memiliki akun facebook tanpa sepengetahuan orang tua atau guru mereka karena takut dilarang.

Keputusan ini tentu saja mendapatkan banyak pertentangan. Bankan ada yang menganggap langkah yang diambil oleh Facebook ini bisa meningkatkan potensi Bullying di kalangan anak anak. Facebook juga dituding melakukan pencabutan tersebut semata untuk memperbesar jumlah penggunanya.